Berdiam/Bertandang, sebuah Pameran Seni dari Art for Refuge

Pada 20-27 September 2018, Art for Refuge mengadakan Pameran Seni, Berdiam/Bertandang. Pameran ini menampilkan 72 lukisan dan fotografi dari 27 seniman. Dikurasi oleh Alia Swastika, Berdiam/Bertandang adalah sebuah presentasi dari aktivitas seni yang melibatkan beberapa seniman dan para siswa dari sekolah refugee, Roshan Learning Center, di Jakarta. Katrina Wardhana, bersama dengan fotografer Chris Bunjamin aktif berbagi ilmu dan bakat yang mereka miliki dalam kelas seni lukis dan fotografi untuk para siswa Roshan.

Selain menampilkan karya-karya dari para siswa Roshan dan beberapa komunitas refugee, Berdiam/Bertandang juga memamerkan karya-karya dua seniman/pengajar sukarela di AFR dan Roshan,  Katrina Wardhana dan Chris Bunjamin, serta beberapa seniman seperti Mella Jaarsma, kelompok sambunghambar, Mes 56, Amin Taasha dan Mumtaz.

Dalam kurun waktu 8 hari, hamper 1800 pengunjung datang untuk tidak hanya mengapresiasi karya tetapi juga untuk memahami isu tersebut. AFR percaya bahwa seni dapat menjadi sebuah media untuk para refugee di Indonesia berbagi kisah dan cerita yang inspiratif. Melalui seni mereka bisa memperoleh kenyamanan yang dimiliki oleh orang lain ketika berada di rumah dan dikelilingi oleh keluarga tercinta. Indonesia mungkin bukan negara asal atau rumah permanen mereka, tetapi mereka layak merasa aman dan diberi penyambutan yang hangat saat mereka hidup dan tinggal di sini.

Pameran ini memang telah berakhir, tapi misi kami untuk memberdayakan komunitas pengungsi belumlah usai. Kami membuka kesempatan untuk anda agar dapat berpartisipasi membantu komunitas pengungsi dengan cara mengkoleksi karya-karya dari Pameran Berdiam/Bertandang. Mari lihat koleksi tersebut melalui (link) ini.

TOP